I said “yes”

IMG_20170122_232749Aku memandang setelan kebaya modern cantik berwarna pink yang sudah tergantung rapi di pintu lemari. Kebaya yang aku beli bersama mama satu minggu lalu itu akan kukenakan di hari pertunanganku besok, lengkap dengan sepatu nuansa keemasan. Seperti mimpi rasanya, besok aku akan memasuki tahapan baru dalam hidupku.

Malam ini, aku bersama orang tuaku sudah menginap di hotel di daerah Jakarta Pusat. Guillaume dan keluarganya menyewa satu kamar hotel tak jauh dari hotel kami. Acara pertunangannya akan dilakukan dalam ruangan yang kami sewa di hotel tempat Guillaume menginap.

Keesokan paginya, aku bersama mama dan Guillaume pergi ke Masjid Sunda Kelapa, Menteng Jakarta untuk melalukan proses mualaf bagi Guillaume. Alhamdulillah, prosesi berlangsung lancar. Setelah prosesi mualaf, Guillaume harus mengikuti kelas selama setengah hari untuk perkenalan dasar-dasar agama Islam bersama beberapa orang mualaf lain. Setelah kelas selesai, pihak masjid memberikan sertifikat mualaf. Prosesi ini tanpa biaya, kami hanya mengisi kotak amal seikhlasnya (tidak diwajibkan).

Sore harinya, kami langsung kembali menuju hotel masing-masing. Kami harus lekas bersiap untuk acara pertunangan malam harinya. Aku langsung mandi dan ganti baju. Uni Rossy, sepupuku yang akan merias wajah dan rambutku sudah tiba di hotel bersama suami dan anaknya.

Setelah semuanya siap, kami pun pergi menuju hotel tempat Guillaume menginap, dan langsung masuk menuju Anggrek Room, tempat acara pertunangan akan dilangsungkan. Terlihat beberapa tamu sudah hadir. Sambil menunggu tamu lainnya, kami berbincang dan saling berkenalan antar keluarga.

Acara dimulai tepat pukul 7 malam, bertindak sebagai MC adalah Nadia, rekan kerjaku di kantor. Dia menjadi MC dalam dua bahasa Inggris dan Indonesia. Pembacaan doa menjadi pembuka acara malam itu, lalu ada sambutan dari perwakilan keluargaku selaku tuan rumah, diikuti dengan sambutan dari pihak keluarga Guillaume. Setelah sambutan, MC memutar beberapa video di screen. Video itu adalah ucapan dari keluarga dan teman-teman kami di luar negeri yang kebetulan tidak bisa hadir di acara pertunangan kami. Sungguh sangat mengesankan, mereka bahkan ada yang sengaja pakai baju batik dan kebaya sebelum merekam video. Acara selanjutnya adalah speech dari Guillaume untuk menyampaikan lamarannya kepadaku, kemudian ada speech dari aku yang isinya adalah menerima lamaran, lalu ditutup dengan pemasangan cincin dan foto bersama. Selesai acara, kami menikmati makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s